BUNGKUSAN HATI DI DALAM KULKAS
Karya ini berangkat dari keinginan untuk menjelajahi kemungkinan yang lain dari wayang, baik dalam hal bentuk maupun cerita. Jika mempelajari sejarah wayang, terutama yang berkembang setelah abad 20, kita melihat bahwa wayang digunakan juga sebagai medium yang bisa menjadi ruang untuk mendiskusikan persoalan-persoalan aktual dalam masyarakat. Misalnya, ada yang disebut wayang revolusi, yang menceritakan tentang hubungan Indonesia- Belanda, dan mengadopsi karakter-karakter manusia pada masa itu.
Keinginan kami adalah menimbang kembali bentuk wayang, memberinya muatan yang kontekstual dan menyuguhkan pertunjukan wayang dalam sensibilitas yang kontemporer. Sebagai dalang, Catur Kuncoro tetap memanfaatkan format pewayangan, terutama dalam hal bayangan (shadow), dan juga bentuk wayang yang dimainkan di tangan.
Yang terutama berubah adalah karakter-karakter wayang, yang akan menggunakan karakter yang khas dari Eko Nugroho, seorang seniman visual. Karakter-karakter Eko yang merupakan pembacaan atas situasi sosial kontemporer yang akan menggantikan karakter dalam wayang klasik. Ketertarikan Eko atas bentuk-bentuk kekerasan dalam kehidupan sehari-hari, atau potret-potret ironi kehidupan masa kini, akan menjadi gagasan dasar yang membangun “cerita” dalam pertunjukan. Humor, sarkasme dan cerita-cerita lokal akan dikombinasikan dengan refleksi-refleksi tentang manusia modern. Kami tertarik mempresentasikan lintasan-lintasan peristiwa keseharian, yang barangkali kecil dan seringkali terlupakan, yang menunjukkan bagaimana kekerasan menjadi sesuatu yang sekarang ini semakin diterima dan membudaya dalam masyarakat.
Dengan tata panggung oleh Andy Seno Aji dan musik garapan Yenu Ariendra, pertunjukan ini akan menyuguhkan sebuah cara lain melihat kenyataan sehari-hari dalam kehidupan kita. Bagaimana hal-hal domestik yang kecil dan nyata sering terlupa, terlindas oleh berita-berita besar yang melibatkan orang-orang besar. Sebagai bintang tamu, Soimah Poncowati akan berpartisipasi pula dalam pertunjukan ini.
Teater Salihara, Selasa, 16 Desember 2008
Pukul 20.00 – selesai
Dalang: Ki Catur Kuncoro
Sinden: Soimah Poncowati
Rancang Wayang dan Imaji Visual: Eko Nugroho
Ide Cerita dan Naskah: Joned Suryatmoko
Desain Panggung: Andy Seno Aji
Penata Musik: Yenu Ariendra
Manajer Panggung dan unit Produksi: Vindra Diratara
Staff Panggung: Darmanto Setiawan
Pendukung Produksi
Pimpinan Produksi: Alia Swastika
Dokumentasi: Oki Permata Sari dan Desi Suryanto
Desain grafis: Sari Handayani
Tiket Rp 50.000,00 dan Rp 30.000,00
mahasiswa Rp 15.000,00
Pemesanan melalui Alia Swastika 081802771307
atau Vindra Diratara 081328787553
Atau dapatkan ditempat pertunjukan
No related posts.


