Kolaborasi Seniman Gelar Teater AIDS
KOTABARU (3 Desember 2008),- Memperingati Hari AIDS Sedunia, Seniman Kotabaru berkolaborasi dengan beberapa seniman dari Tegal dan Belanda melakukan pergelaran teater di kawasan Siring Laut dan mengangkat masalah bahaya Aids, kemarin.
Dewan Kesenian Kabupaten (DKK) Kotabaru yang berkolaborasi dengan teater Qi dari Tegal serta Egbert Wits dari Teater Embassy Belanda mengangkat tema teater dengan judul “Setetes”.
Dijelaskan sang Sutradara Andi Bima Nirawan, kata setetes diambil sebagai judul adalah kata dalam arti luas. Setetes bisa berarti setetes air, air susu ibu, atau bermacam-macam lagi. “Namun dalam teater kali ini setetas ini difokuskan pada setetas air susu ibu,” ungkapnya.
Pada pergelarannya, diceritakan seorang wanita yang sadar dari lembah hitam kembali insaf dan menjalani hidup normal. Namun sangat disayangkan wanita tersebut sudah terjangkit virus HIV/AIDS.
“Setelah menikah dan mempunyai seorang anak, kemudian anak tersebut juga terkena HIV melalui air susu ibu. Ya begitu sedikit gambarannya,” lanjut lelaki yang biasa dipanggil Bima tersebut.
Egbert Wits selaku produser menambahkan, HIV/AIDS yang dijadikan tema dalam pergelaran teater ini karena sekaligus menjadi ajang sosialisasi untuk menyampaikan tentang AIDS tersebut, dan apa saja bahayanya.
Karena tidak dapat dipungkiri di Indonesia sudah banyak kasus AIDS yang ditemukan. Dan masalah ini sudah saatnya dibuka dan tidak ditutup-tutup. “Karena semakin ditutut-tutupi, masalah ini semakin besar dan persebaran AIDS makin cepat,” menurutnya.
Selain menyentuh sosial masyarakat, kolaborasi antar seniman ini juga membawa nilai positif bagi para seniman itu sendiri. Seperti saling tukar informasi, budaya dan alat-alat musik.
Kenapa dipilih kabupaten Kotabaru? Menurut Wits, selama ini banyak seniman dari luar negeri selalu terfokus di Jawa. “Untuk itulah kami memilih Kalimantan khususnya Kotabaru untuk berkolaborasi di bidang seni,” katanya.
Dalam pergelaran pentas teater kali ini, lanjut Abdul Karim yang juga Ketua DKK Kotabaru ini menjelaskan bahwa personel yang terlibat dalam teater ini cukup banyak, yakni 25 personel dengan para pemain musiknya.
“Dari teater Qi ada sembilan seniman, tiga belas seniman dari Kotabaru, sisanya adalah pemain musik,” ujarnya. (ins, www.radarbanjar.com)


