10
March , 2010
Wednesday

JiwaTeater.com

Majulah Teater Indonesia

Sikap Orang-Orang Teater Indonesia

Posted by masjali On January - 3 - 2009

Oleh : Ali Syamsudin Arsi

Sepanjang sejarahnya, teater Indonesia senantiasa bekerja dengan segala perjuangan dan pengorbanan, di tengah berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.

Pada kenyataannya, dengan berbagai keterbatasan itu, teater Indonesia tetap memberikan dedikasi dan kontribusi bagi bangsa dan Negara dalam upaya pencerdasan dan pembangunan moral bangsa melalui symbol-simbol budaya yang dihasilkannya.

Meski demikian, teater Indonesia belum mendapatkan apresiasi dan dukungan yang memadai dari stake holder teater terutama peyelenggara Negara.

Menyadari fakta-fakta tersebut, dengan ini Federasi Teater Indonesia menyatakan sikap: 1. Pembangunan bangsa dan negeri ini semestinya dilandasi pada hal-hal yang berdimensi immaterial (budaya), dan tidak lagi hanya didominasi oleh ukuran-ukuran yang sifatnya material. 2. Untuk itu nagara cq pemerintah sebagai penanggung-jawab utama, selayaknya secara tegas menempatkan produk-produk kebudayaan dalam hal ini kesenian, lebih khusus lagi seni teater, dalam pondasi dasar pembangunan dengan mencantumkan kesenian secara eksplisit dalam konstitusi. 3. Menolak penggunaan otoritas negara yang menghalangi segala macam bentuk ekspresi artistic, lebih khusus lagi seni teater.

Adalah Radar Panca Dahana sebagai ketua Federasi Teater Indonesia (FTI) yang dengan sangat percaya diri menanda-tangani surat pernyataan sikap itu. Penanda tanganan dilakukan di Wisma Bumi Asih Jakarta pada 28 Desember 2008 yang lalu, diikuti pula oleh Ali Syamsudin Arsi (Kalsel), Asmadi,S.Sn (Sulbar), Badrudin Noor (Kaltim), Bambang Pribadi (DKI Jakarta), Bara Pattyradja (NTT), Didik Wahyudin (Jatim), Didin Sirojudin (Jambi), Edwin Fast (Sumsel), Indra Amus (Bengkulu), Iswadi Pratama (Lampung), Komang Ira Puspitaningsih (Bali), Retno Sayekti Lawu (Jateng), Nandang Aradea (Banten), Teuku Yanuarsyah (Aceh), Wendi HS (Sumbar), Willy Siswanto (Bangka Belitung), Yosef Muldiana (Jabar), Zainuddin M. Arie (Maluku Utara), Zulham Effendi (Batam), dan Zulkifly Pagessa (Sulteng).

Nama-nama yang tercantum di atas tersebut kecuali Ketua FTI, telah pula melahirkan sebuah memorandum kesepakatan Federasi Teater Indonesia, yang bunyi lengkapnya adalah : Dengan ini, kami peserta rapat Korda 1 – FTI 2008, bersepakat dan menyetujui : 1. Federasi Teater Indonesia (FTI) adalah wadah bagi seluruh aktivis beserta bagian=bagian masyarakat lainnya yang berkepentingan (stake holder) dengannya, 2. Pendirian Federasi Teater Indonesia beserta AD/ART, Pengurus, dan programnya, 3. Secara individu menjadi coordinator untuk sosialisasi dan inisiasi ide serta pendirian FTI di daerahnya masing-masing, 4. Mendukung, melaksanakan dan mengembangkan tugas-tudas serta tujuan FTI untuk memajukan harkat dan derajat teater dalam kehidupan secara luas, 5. Bekerjasama dengan seluruh warga FTI dalam merealisasikan gagasan dan mengatasi halangan yang ditemui tiap warga FTI dalam menjalankan proses kreatifnya.

Itulah bunyi memorandum kesepakatan yang dicetuskan oleh Federasi Teater Indonesia, dan hemat saya semua itu akan menjadi sia-sia belaka bila tidak ada upaya niat baik dari semua pihak untuk melaksanakannya. Sekalipun dalam lingkup berpikir yang beragam dan bermacam kepentingan pula. Terlepas dari itu, adalah sebuah upaya sosialisasi telah pula saya lakukan agar semua pihak dapat memahami tentang pergulatan orang-orang teater dengan segala pernik dunianya.

Kiranya menjadi sesuatu yang elok bila saja setiap insan kesenian, terlebih khusus teater bersedia untuk membangun bersama dunia teaternya di seluruh tanah air tercinta Indonesia. Sebuah tawaran positif untuk menepiskan hal-hal yang masih memang perlu dilakukan. Dan FTI telah memulai untuk berbuat, walau pun disadari secara penuh bahwa perjuangan semacam ini boleh jadi telah berlangsung lama, tetapi masih dalam gerak-gerak sporadis, tersebar sebagai letup-letup kembang api di seantero jagat nusantara. Adakah kalian dengar suara kami. Kami orang-orang kesenian. Kami orang-orang teater.

Lalu pertanyan besarnya adalah, makhluk jenis apakah FTI itu ?

Selayang Pandang FTI.

Berangkat dari satu ide dalam sebuah pertemuan dan diskusi kecil antara pekerja teater di rumah Radar Panca Dahana pada tahun 2000. Pertemuan itu membicarakan perkembangan teater Indonesia, menuangkan kegelisahan dan berbagai persoalan yang ada di dalamnya. Pertemuan terus berlanjut hingga tahun 2004 yang dilakukan secara bergerilya dan berpindah tempat hingga kemudian memunculkan satu pemahaman bersama tentang posisi teater yang inferior ketika berhadapan dengan lembaga-lembaga di luar dirinya.

Dengan beberapa identifikasi masalah; rendahnya apresiasi public pada produksi teater, lemahnya posisi teater dan pekerja teater dalam relasi politik-ekonomi-sosial, kecilnya akses pada berbagai fasilitas social-ekonomi-politik, daya juang para pekerja teater yang berjalan secara individual, dan kurangnya kebersamaan atau kolektifitas sebagai factor utama kemajuan teater.

Dari sana kemudian sekitar 250 group teater di wilayah JABODETABEK ditambah tokoh-tokoh senior teater Indonesia dengan kesadaran penuh berkumpul pada 27 Desember 2004 di Teater Halaman Taman Ismail Marzuki untuk mendeklarasikan berdirinya Federasi Teater Indonesia yang bertujuan; 1. Memperjuangkan secara kolektif tegaknya hak ekspresi dan hak cultural para pekerja teater di seluruh wilayah Republik Indonesia, 2. Menyokong dan mendorong, penciptaan, penerbitan dan penyebarluasan karya seni pertunjukan oleh kelompok teater dan atau para pekerja teater tanpa memandang perbedaan kulit, jenis kelamin, agama, suku atau bangsa, 3. Menunjang pengembangan kualitas artistic dan manajerial dari kelompok teater dan pekerja teater dengan mengupayakan semua kebutuhan non-artistik, prasarana dan infrastruktur seni pertujukan Indonesia secara umum, 4. Memperluas dan mengembangkan minat dan apresiasi masyarakat umum terhadap karya seni pertunjukan.

Adapun sasarannya adalah; 1. Semua pekerja teater tanpa membedakan kemampuan, usia, golongan, daerah, etnik, dan sebagainya, 2. Pengusaha, pejabat pemerintah, kaum professional, tenaga akademis, dan semua elemen masyarakat yang berkepentingan langsung dengan seni teater.

Dalam usianya yang keempat tahun, FTI telah menyelenggarakan pelbagai kegiatan, antara lain : 1. Aksi keprihatinan malam dana dan panggung ekspresi solidaritas tsunami Aceh, 2. Sosialisasi, dengan melakukan pertemuan-pertemuan dengan stake holder (dari kalangan pengusaha, pejabat atau yang dilakukan untuk kebutuhan internal), 3. Refleksi tahunan Hari Jadi FTI, 4. Pelatihan teater untuk peningkatan mutu pengajaran Guru SD, SMP, SMA, 5. Workshop keaktoran dan Penulisan Naskah Drama, 6. Anugerah FTI untuk Teaterawan Indonesia dan pihak-pihak yang berjasa pada teater, 7. Festival Monolog Area Publik, 8. Sayembara penulisan naskah drama nasional, 9. Diskusi teater tiga bulanan, 10. Labo teater, 11. Kursus-kursus ilmu-ilmu social.

Kerjasama, a) Kolaborasi/kerjasama diselenggarakan untuk kepentingan srtistik maupun manajerial, b) Internal: dengan komunitas teater dan atau komunitas budaya dalam negeri. Eksternal : dengan komunitas teater dan atau komunitas/ institusi manca Negara.

Keanggotaan.

Keanggotaan FTI berasal dari berbagai kalangan, baik kelompok maupun perseorangan, seperti: Aktor, Sutradara, Penulis Naskah, Skenografer (piñata panggung), Produser, Manajer seni pertunjukan, Kritukus Teater, dan profesi yang sejalur.

Bila ada yang berminat maka jangan ragu ikut mengalir bersamanya, dengan mengisi formulir pendaftaran yang bisa diperoleh dengan cara: mendownload forrmulir keanggotaan dari situs wb htt://www.federasiteaterindonesia.com atau mengirimkan e-mail ftindonesia@yahoo.com atau faxmili +6221 564 5655 atau surat dengan mencantumkan nama dan alamat jelas dan formulir keanggotaan akan dikirim ke alamat anda.

Nah, rekan-rekan pekerja teater yang ada di banua banjar ini, memperluas jaringan dan membuka wawasan sampai ke luar negeri adalah bukan mimpi untuk dapat tampil di kancah panggung teater dunia. Salam hangat dari  = alisyamsudinarsy@yahoo.co.id = Mari memulai langkah, malimbai bersama walau kadang pikiran kita tidaklah mesti sama. Itulah dunia. Itulah teater kita punya nama.

No related posts.

You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses

  1. izza Says:

    aku baru mulai th 2008 lalu ikut berteater..jadi pengen dapat yang lebih lagi dari teater.aku boleh ikutan ga?aku lagi cari banget ni komunitas teater dimana aku bisa bergabung n berteater di jakarta cita-citaku dari dulu banget.ikutan FTI bisa jadi jalanku ga ya untuk menjejakkan kaki lebih baik lagi didunia akting melalui teater.???

    Posted on February 3rd, 2009 at 1:51 pm

  2. izza Says:

    bagus setuju untuk cita-citanya didukung banget untuk dunia tetaer indonesia go international.

    Posted on February 3rd, 2009 at 1:55 pm

  3. masjali Says:

    Silakan menghubungi email FTI. Semoga sukses dan terus semangat.

    Posted on February 6th, 2009 at 2:57 am

  4. Daenk Says:

    terakhir kali saya terlibat dengan segala kegiatan FTI terasa janggal ketika mas Radar bertindak arongan dengan memusuhi beberapa seniman dgn membawa FTI dan sampai sejauh ini saya belum melihat manfaat adanya FTI buat Teater Indonesia!

    Posted on February 26th, 2009 at 10:49 am

Leave a Reply




Recent Comments

Jabat erat dari JiwaTeater.com. Situs ini dibangun sebagai media bersama teater Indonesia. Berniat untuk mengisi kekosongan media informasi pecinta teater. Untuk pengiriman materi berupa liputan pertunjukan, dokumentasi foto pertunjukan (baru maupun lama), esai seputar teater, tips atau panduan teknis, naskah drama dan lain-lain dapat dialamatkan ke salah satu dari alamat email berikut : masjali@yahoo.com, atau jogjateater@gmail.com, atau dewa01api@yahoo.com Pengelola Arahman Ali (Bandung) Ahmad Jalidu (Jogja)

Recent Comments

Teater Indonesia Harus Menciptakan Tradisinya Sendiri

On Feb-10-2010
Reported by dewa01api

‘Sertifikasi’ Keaktoran di Banten

On Dec-18-2009
Reported by dewa01api

Riantiarno Penerima Anugerah Teater FTI

On Dec-11-2008
Reported by masjali