11
March , 2010
Thursday

JiwaTeater.com

Majulah Teater Indonesia

‘Sertifikasi’ Keaktoran di Banten

Posted by dewa01api On December - 18 - 2009

Di penghujung tahun ini, kesenian di Banten kembali diramaikan dengan perhelatan festival monolog. Acara teater yang diadakan Nimus Institute tersebut menampilkan sembilan pementasan dari delapan komunitas yang tersebar di wilayah Banten, dan rencananya digelar selama lima hari, terhitung dari 19-23 Desember 2009.

Menurut Lee Birkin, selaku kepala program acara, festival tahun ini adalah event ketiga kalinya semenjak digelar pertama kali tahun 2007. Adapun tujuan festival ini adalah untuk membumikan salah satu cabang seni pemeranan, yakni monolog. Rupanya hal ini adalah sebuah tanggapan atas realita perteateran di Banten, yang saat ini banyak orang yang belum mengenal seni peran bersendiri tersebut. “Bahkan masih ada pekerja teater yang menganggap monolog itu sulit,” tutur Lee Birkin sambil mengernyitkan dahi.

Dengan mengusung tema ‘Manakala Sepi Berbicara’, pementasan-pementasan terebut akan dipusatkan di auditorium IAIN SMH Banten bekerjasama dengan Teater Kain Hitam Gesbica IAIN “SMH” Banten. Komunitas-komunitas yang terlibat adalah komunitas yang tumbuh dan berkembang di wilayah Banten seperti Teater Wajah, Teater Wanten, Teater Wong Kite, Komunitas Teaterawan Tangerang, Teater Lentera, Teater Kunci, Teater Tanah Liat dan Teater AnonimuS.

Hal yang menjadi fokus dalam festival monolog tahun ini adalah naskah. Pihak penyelenggara menekankan dalam pemilihan naskah yang akan dipentaskan harus baku (standar), semua peserta dibebaskan memilih dari puluhan naskah yang telah disediakan panitia.

“Ini dilakukan dalam upaya untuk menakar kualitas pemanggungan naskah, sekaligus sebagai barometer pencapaian estetika para peserta,” tukas Lee Birkin. Ditambahkannya pula bahwa festival monolog yang digelar adalah agenda tahunan dan ditargetkan ke depannya menjadi media ‘sertifikasi’ keaktoran dan penyutradaraan.

Saat ditanya soal ada tidaknya dukungan dari instansi pada penyelenggaraannya, Sekretaris Panitia, Ahmad Wahyuddin mengaku kegiatan mereka itu adalah hasil swadaya. Tidak ada instansi pemerintahan yang mendukung. “Maklum, kegiatan kami ini tidak menghasilkan PAD, kegiatan ini hanya sebuah investasi kebudayaan yang produknya adalah membentuk karakter bangsa” tambahnya. (LB)

No related posts.

You can leave a response, or trackback from your own site.

1 Response

  1. disa Says:

    ditunggu laporan pertunjukannya. semoga sukses festivalnya

    Posted on December 20th, 2009 at 1:07 am

Leave a Reply




Recent Comments

Jabat erat dari JiwaTeater.com. Situs ini dibangun sebagai media bersama teater Indonesia. Berniat untuk mengisi kekosongan media informasi pecinta teater. Untuk pengiriman materi berupa liputan pertunjukan, dokumentasi foto pertunjukan (baru maupun lama), esai seputar teater, tips atau panduan teknis, naskah drama dan lain-lain dapat dialamatkan ke salah satu dari alamat email berikut : masjali@yahoo.com, atau jogjateater@gmail.com, atau dewa01api@yahoo.com Pengelola Arahman Ali (Bandung) Ahmad Jalidu (Jogja)

Recent Comments

Kehidupan Di Balik Panggung Rumentang Siang

On Dec-9-2008
Reported by jiwateater

BUNGKUSAN HATI DI DALAM KULKAS

On Dec-9-2008
Reported by jiwateater

PIDATO BOSS PADA RUMAH DAN TETESAN

On Jan-15-2009
Reported by masjali

WORKSHOP KEAKTORAN TEATER FATARIA STAIN PAMEKASAN

On Dec-10-2008
Reported by masjali