MAHABARATA: Kiss Me, Please
Pengantar pertunjukan
Tidak ada di antara kita yang menolak tuduhan bahwa kita pernah jatuh cinta… hanya itu alasan simple kenapa CINTA terus menerus menjadi bahan, tema, selimut, aksesoris dan sebagainya. Intinya CINTA selalu muncul dalam bermacam fiksi baik klasik, modern maupun kontemporer.
Sebagaimana kenyataan itu, Alex Suhendra bersama Gamblank Musikal Teater Yogyakarta, kembali menyikapi CINTA sebagai sebuah dunia tanpa sudut dan ditampilkan begitu saja adanya. Bahwa CINTA berawal dari dan berujung pada hasrat Menguasai… pola menguasai dan dikuasai dalam CINTA ini benar-benar mirip satu sama lain dengan pola Menguasai dan Dikuasai dalam POLITIK KEKUASAAN.
Bisma menolak Cinta Ambalika dengan dalih ia seorang Gay… tapi apa benar Bisma seorang Gay? Sementara MAHABARATA versi India menyebutkan bahwa Bisma terlanjur bersumpah tidak menikah demi mempersilakan garis ketururunan Ibu tirinya melanjutkan tahta. Pada keduanyapun tersisa pertanyaan : Benar dan tuluskah alasan Bisma, atau itu hanya sebuah “manuver politik”?
Gamblank Musikal Teater, memindah uraian di atas ke dalam panggung yang tidak lazim. Sebagaimana semua macam cerita nyata, tidak ada yang jelas antara lazim dan tidak lazimnya… Alex Suhendra, sutradara MAHABARATA : Kiss Me Please, akan mengatur adegan itu dengan menggunakan LENSA imajinya.
Dalam bermacam peralatan LENSA, fasilitas ZOOM IN membuat kita mampu melihat sedekat yang paling mungkin, hingga dua atom Hidrogen dan 1 atom Oksigen yang mestinya menyatu dalam molekul air, bisa terlihat berjarak, dan sebaliknya, dua bintang yang jauh, bisa dilihat sebagai berimpitan hanya dengan mengubah sudut pandang.
Demikian pula teknik suguhan adegan dalam MAHABARATA : Kiss Me Please. Bahkan, sebagaimana semangat realisme untuk memindahkan semaksimal mungkin kewajawaran sehari-hari ke atas panggung, MKMP tidak menghedaki ada aktor yang diam menunggu giliran. Sebab dalam kenyataan sehari-hari, kita selalu sedang melakukan sesuatu ketika orang lain juga sedang melakukan sesuatu. Bahkan, kita cenderung sering kali tampil sebagaimana seorang model dalam fashion show, selalu melintas hanya untuk dilihat. Kita sering kali nimbrung dalam kerumunan, berbicara sedikit lebih keras, hanya untuk diperhatikan, hanya untuk melintas meski kadan-kadang ada motif lain yang lebih dahsyat, sebuah manuver politik yang berdalih fashion show, yakni hanya ingin melintas…
Pertunjukan ini pun hanya ingin melintas, tidak ingin menanamkan sesuatu pada pikiran penonton. Benar-benar hanya ingin melintas, sebab kalaupun ini manuver politik cinta, tentu saja kami rahasiakan.
Naskah dan Sutradara : Alex Suhendra
Lagu dan Lirik : Alex Suhendra
Musik Ilustrasi : Bahrudin F. Bolu
Aktor : Alex Suhendra, M. Ahmad Jalidu, Agung Wijaya, Maftu Rahayu,
Suyatman, dan Rio Handziko
Tempat:
Halaman Belakang Gedung Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta, Karang Malang, Catur Tunggal, Depok, Sleman , Indonesia 55281
Waktu:
24-25 April 2009 | 20.00 WIB
Tiket Rp 10.000,00
Produksi : GAMBLANK MUSIKAL TEATER
Didukung oleh Kelompok Sekrup FMIPA UNY.
CP : 087839355361 (Jali)


