10
March , 2010
Wednesday

JiwaTeater.com

Majulah Teater Indonesia

Bayangkan, apa yang terjadi jika seorang pemuda patah hati, seorang ibu muda yang hamil ...
Pukul delapan tepat. Seorang pemuda dengan postur terbilang kecil, menenteng sebuah gitar berjalan ...
[caption id="attachment_111" align="aligncenter" width="400" caption="Joko Kamto dan Novi Budiyanto"][/caption] No related posts.
No related posts.

Archive for the ‘kabar’ Category

Sayembara Penulisan Lakon Realis Komunitas Salihara

Posted by dewa01api On January - 16 - 2010 1 COMMENT

Dalam dua dekade terakhir panggung teater Indonesia mengalami kemerosotan drastis dalam kuantitas pementasan bergaya realis, seiring dengan semakin banyaknya kemunculan “teater tubuh”. Sejumlah pengamat pernah menyatakan bahwa dalam teater kita telah terjadi krisis aktor. Hal itu mengacu pada kenyataan bahwa tidak banyak aktor yang menunjukkan kepiawaian menghidupkan teks (dialog) dan membangun karakter. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kelangkaan lakon yang mengutamakan seni peran. Beberapa naskah jenis itu, yang sedikit jumlahnya, terlalu sering dipentaskan ulang tanpa menawarkan kesegaran. Sehubungan dengan itulah Komunitas Salihara menyelenggarakan Sayembara Penulisan Lakon Realis.

Syarat-Syarat:
1. Tema bebas.
2. Ditulis dalam bahasa Indonesia.
3. Memperhitungkan durasi pementasan, antara 1 sampai 1,5 jam.
4. Tidak berbentuk monolog dan dibuat untuk dimainkan oleh maksimal 5 (lima) karakter/tokoh.
5. Belum pernah dipentaskan/diterbitkan sebagian atau seluruhnya dalam bentuk apa pun.
6. Naskah diterima panitia paling lambat pada tanggal 30 Juni 2010.
7. Pementasan perdana naskah pemenang menjadi hak panitia.
8. Nama dan biodata pengarang ditulis pada lembar terpisah dari naskah.
9. Naskah dikirim rangkap 4 (empat) dalam amplop yang ditulisi “Sayembara Penulisan Lakon Realis” di pojok kiri atas, ke:

Komunitas Salihara
Jl. Salihara 16, Pasar Minggu
Jakarta Selatan 12520

Pemenang dan Hadiah:
1. Dewan Juri akan memilih 3 (tiga) finalis dan menentukan 1 (satu) lakon terbaik.
2. Pemenang akan diumumkan pada Festival Salihara, September 2010.
3. Lakon terbaik akan mendapatkan hadiah uang Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) dan dua lakon finalis lain masing-masing mendapat uang Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah); pajak ditanggung penerima hadiah.
4. Lakon terbaik akan dipentaskan untuk pertama kalinya di Teater Salihara sebagai produksi Komunitas Salihara.

Dewan Juri dan lain-lain:
1. Dewan Juri terdiri dari 3 orang: Iswadi Pratama (penulis lakon dan sutradara Teater Satu, Lampung), Zen Hae (penyair dan penulis cerita), dan Seno Joko Suyono (wartawan budaya Koran Tempo, pengamat seni pertunjukan).
2. Panitia (kurator dan seluruh karyawan Komunitas Salihara) dan anggota Dewan Juri dilarang mengikuti sayembara ini.
3. Keputusan Dewan Juri akan dipertanggungjawabkan pada saat pengumuman pemenang, dan tidak dapat diganggu-gugat.

Jakarta, 01 Januari 2010
Komunitas Salihara,
Panitia Sayembara Penulisan Lakon Realis

‘Sertifikasi’ Keaktoran di Banten

Posted by dewa01api On December - 18 - 2009 1 COMMENT

Di penghujung tahun ini, kesenian di Banten kembali diramaikan dengan perhelatan festival monolog. Acara teater yang diadakan Nimus Institute tersebut menampilkan sembilan pementasan dari delapan komunitas yang tersebar di wilayah Banten, dan rencananya digelar selama lima hari, terhitung dari 19-23 Desember 2009.

Menurut Lee Birkin, selaku kepala program acara, festival tahun ini adalah event ketiga kalinya semenjak digelar pertama kali tahun 2007. Adapun tujuan festival ini adalah untuk membumikan salah satu cabang seni pemeranan, yakni monolog. Rupanya hal ini adalah sebuah tanggapan atas realita perteateran di Banten, yang saat ini banyak orang yang belum mengenal seni peran bersendiri tersebut. “Bahkan masih ada pekerja teater yang menganggap monolog itu sulit,” tutur Lee Birkin sambil mengernyitkan dahi.

Dengan mengusung tema ‘Manakala Sepi Berbicara’, pementasan-pementasan terebut akan dipusatkan di auditorium IAIN SMH Banten bekerjasama dengan Teater Kain Hitam Gesbica IAIN “SMH” Banten. Komunitas-komunitas yang terlibat adalah komunitas yang tumbuh dan berkembang di wilayah Banten seperti Teater Wajah, Teater Wanten, Teater Wong Kite, Komunitas Teaterawan Tangerang, Teater Lentera, Teater Kunci, Teater Tanah Liat dan Teater AnonimuS.

Hal yang menjadi fokus dalam festival monolog tahun ini adalah naskah. Pihak penyelenggara menekankan dalam pemilihan naskah yang akan dipentaskan harus baku (standar), semua peserta dibebaskan memilih dari puluhan naskah yang telah disediakan panitia.

“Ini dilakukan dalam upaya untuk menakar kualitas pemanggungan naskah, sekaligus sebagai barometer pencapaian estetika para peserta,” tukas Lee Birkin. Ditambahkannya pula bahwa festival monolog yang digelar adalah agenda tahunan dan ditargetkan ke depannya menjadi media ‘sertifikasi’ keaktoran dan penyutradaraan.

Saat ditanya soal ada tidaknya dukungan dari instansi pada penyelenggaraannya, Sekretaris Panitia, Ahmad Wahyuddin mengaku kegiatan mereka itu adalah hasil swadaya. Tidak ada instansi pemerintahan yang mendukung. “Maklum, kegiatan kami ini tidak menghasilkan PAD, kegiatan ini hanya sebuah investasi kebudayaan yang produknya adalah membentuk karakter bangsa” tambahnya. (LB)

Hamlet Carnivora: Kekuasaan, Seks, Kekerasan

Posted by dewa01api On April - 10 - 2009 3 COMMENTS

shakespeare.carnivoraDayang Sumbi yang awet muda terlihat asyik mengulek bumbu, berhadapan dengan Hamlet yang merengek-rengek lapar. Sebagai ibu baik, Dayang Sumbi meminta Hamlet untuk berburu, berburu apa saja selama itu berdaging. Inilah sepenggal adegan dalam pertunjukan teater Shakespeare Carnivora yang disutradarai Benny Yohanes dan Irwan Jamal dibawah bendera Oyag Forum. Pertunjukan berlangsung 1-2 April 2009 di Gedung Kesenian Sunan Ambu, STSI Bandung. Namun janganlah terjebak, ini bukanlah pertunjukan kisah Dayang Sumbi dan Hamlet. Ini hanyalah kisah nafsu kekerasan, seks dan kekuasan yang selalu bersemayam di dalam diri manusia.

Pertunjukan ini dibagi dalam tiga segmen: Kisah Lama, Sekolah Carnivora dan Sekolah Baru. Ketiga segmen tersebut saling berkaitan, membawa tekanan cerita tersendiri. Segmen pertama memberi tekanan pada kekerasan yang bermuara dalam keluarga. Segmen kedua, memberi porsi terbesar pada reproduksi kekerasan melalui sekolah dan sejarah. Segmen ketiga, kekerasan psikis dan kekerasan fisik yang dialami perempuan. Ketiga segmen tersebut sebenarnya bisa berdiri sendiri, dapat dipentaskan secara terpisah. Ketiga segmen tersebut dirajut melalui tokoh Hamlet dan Dayang Sumbi.

Read the rest of this entry »

ACTORS BROTHERHOOD : Unjuk Gigi Aktor Muda Teater Jogja

Posted by masjali On February - 1 - 2009 3 COMMENTS

Jumat malam 30 Januari lalu, di tengah lebatnya hujan yang mengguyur Jogja, sekumpulan orang tampak riang dan sesekali terdiam serius di Djambur Coffee, Karang Asem Baru, Catur Tunggal, Depok, Sleman. Malam itu, secara bergantian 6 Aktor teater unjuk gigi dengan berbagai gaya dalam solo performance sepanjang 10-20 menit untuk masing-masing aktor. Keenam Aktor tersebut adalah Hindra Setyarini (Teater Garasi Yogyakarta), Otho Sebastian (Teater Toedjoeh Yogyakarta), Ilyas Aru Weda (aktor freelance Yogyakarta), Dimas Setyo (Teater Fajar Magelang), Gepeng Nugroho (Sosial Teaterikal Magelang) dan Soiman (Komunitas Teater Purworejo).

Meski hujan lebat sejak sore hari, namun beberapa pegiat teater tetap antusias mengapresiasi pertunjukan enam aktor tersebut. Di antara penonton hadir juga Jamaludin Latif (Aktor Teater Garasi), Maria Tri Sulistiyani (Pappermoon Puppet Theatre), Andre Tikus (Studio Teater P4TK) dan aktor-aktor dari teater kampus seperti Sekrup, Unstrat, TGM dan lain-lain. Acara berjudul Actors Brotherhood ini diprakarasai oleh Gargut Entertainus, sebuah tim pegiat seni kreatif yang beberapa bulan terakhir aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan baik pertunjukan teater, pemutaran film, maupun diskusi seni dan film indie di Djambur Coffee.

M Ahmad Jalidu, coordinator acara sekaligus MC malam itu menyatakan bahwa sebenarnya Gargut mengundang tujuh Aktor, tetapi Alex Suhendra berhalangan datang karena sakit. “Actors Brotherhood sesuai dengan judul acaranya memang bertujuan menjalin keakraban yang lebih dekat di antara para aktor teater dengan mendorong suasana dialog baik dialog karya maupun dialog dalam arti sebenarnya” Lanjutnya.

Dimas Setyo yang membawakan monoplay Demokrasi karya Putu Wijaya berhasil tampil dengan bagus, tentu saja didukung oleh kontekstualitas naskah yang dibawakan, apalagi Dimas membuka pertunjukannya dengan mengajak penonton menyanyikan lagu Menuju Pemililah Umum yang dulu sering terdengar di radio dan telavisi menjelang hari-hari pemilu. Sementara Hindra Setyarini yang tampil pertama juga mempertunjukkan sesuatu yang segar. Hindra mengajak semua penonton berdiri dan ia tampil dengan gaun pengantin lalu membacakan janji pernikahan dan kemudian menyanyikan lagu ciptaanya sendiri berjudul wedding song. Lain lagi dengan Gepeng Nugroho yang memberi judul karyanya Mamamia, ia mengkombinasikan antara Akting dan Klip puisi. Ia telah mempersiapkan sebuah video klip pembacaan puisi yang dimainkan di layar belakang panggung dan ia pun mulai bercerita tentang intisari cinta, pernikahan dan keluarga.

sumber : http://jogjateater.multiply.com

Recent Comments

Jabat erat dari JiwaTeater.com. Situs ini dibangun sebagai media bersama teater Indonesia. Berniat untuk mengisi kekosongan media informasi pecinta teater. Untuk pengiriman materi berupa liputan pertunjukan, dokumentasi foto pertunjukan (baru maupun lama), esai seputar teater, tips atau panduan teknis, naskah drama dan lain-lain dapat dialamatkan ke salah satu dari alamat email berikut : masjali@yahoo.com, atau jogjateater@gmail.com, atau dewa01api@yahoo.com Pengelola Arahman Ali (Bandung) Ahmad Jalidu (Jogja)

Recent Comments

‘Sertifikasi’ Keaktoran di Banten

On Dec-18-2009
Reported by dewa01api

Teater Koma Produksi Pertunjukan “Republik Petruk”

On Dec-17-2008
Reported by dewa01api

The First Invitation to the Theatre 2009

On Oct-1-2009
Reported by dewa01api