ACTORS BROTHERHOOD : Unjuk Gigi Aktor Muda Teater Jogja
Jumat malam 30 Januari lalu, di tengah lebatnya hujan yang mengguyur Jogja, sekumpulan orang tampak riang dan sesekali terdiam serius di Djambur Coffee, Karang Asem Baru, Catur Tunggal, Depok, Sleman. Malam itu, secara bergantian 6 Aktor teater unjuk gigi dengan berbagai gaya dalam solo performance sepanjang 10-20 menit untuk masing-masing aktor. Keenam Aktor tersebut adalah Hindra Setyarini (Teater Garasi Yogyakarta), Otho Sebastian (Teater Toedjoeh Yogyakarta), Ilyas Aru Weda (aktor freelance Yogyakarta), Dimas Setyo (Teater Fajar Magelang), Gepeng Nugroho (Sosial Teaterikal Magelang) dan Soiman (Komunitas Teater Purworejo).
Meski hujan lebat sejak sore hari, namun beberapa pegiat teater tetap antusias mengapresiasi pertunjukan enam aktor tersebut. Di antara penonton hadir juga Jamaludin Latif (Aktor Teater Garasi), Maria Tri Sulistiyani (Pappermoon Puppet Theatre), Andre Tikus (Studio Teater P4TK) dan aktor-aktor dari teater kampus seperti Sekrup, Unstrat, TGM dan lain-lain. Acara berjudul Actors Brotherhood ini diprakarasai oleh Gargut Entertainus, sebuah tim pegiat seni kreatif yang beberapa bulan terakhir aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan baik pertunjukan teater, pemutaran film, maupun diskusi seni dan film indie di Djambur Coffee.
M Ahmad Jalidu, coordinator acara sekaligus MC malam itu menyatakan bahwa sebenarnya Gargut mengundang tujuh Aktor, tetapi Alex Suhendra berhalangan datang karena sakit. “Actors Brotherhood sesuai dengan judul acaranya memang bertujuan menjalin keakraban yang lebih dekat di antara para aktor teater dengan mendorong suasana dialog baik dialog karya maupun dialog dalam arti sebenarnya” Lanjutnya.
Dimas Setyo yang membawakan monoplay Demokrasi karya Putu Wijaya berhasil tampil dengan bagus, tentu saja didukung oleh kontekstualitas naskah yang dibawakan, apalagi Dimas membuka pertunjukannya dengan mengajak penonton menyanyikan lagu Menuju Pemililah Umum yang dulu sering terdengar di radio dan telavisi menjelang hari-hari pemilu. Sementara Hindra Setyarini yang tampil pertama juga mempertunjukkan sesuatu yang segar. Hindra mengajak semua penonton berdiri dan ia tampil dengan gaun pengantin lalu membacakan janji pernikahan dan kemudian menyanyikan lagu ciptaanya sendiri berjudul wedding song. Lain lagi dengan Gepeng Nugroho yang memberi judul karyanya Mamamia, ia mengkombinasikan antara Akting dan Klip puisi. Ia telah mempersiapkan sebuah video klip pembacaan puisi yang dimainkan di layar belakang panggung dan ia pun mulai bercerita tentang intisari cinta, pernikahan dan keluarga.
sumber : http://jogjateater.multiply.com



